<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Peluang Usaha Mandiri</title>
	<atom:link href="http://peluangusahamandiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com</link>
	<description>Tempat Berbagi Informasi Peluang Usaha</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Jun 2009 17:32:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='peluangusahamandiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Peluang Usaha Mandiri</title>
		<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://peluangusahamandiri.wordpress.com/osd.xml" title="Peluang Usaha Mandiri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://peluangusahamandiri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membuat Toko Online itu Gampang</title>
		<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/06/05/membuat-toko-online-itu-gampang/</link>
		<comments>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/06/05/membuat-toko-online-itu-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 03:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangusahamandiri.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[I’ve got to say &#8211; having my own online shop has been something I’ve always wanted to do… But I’ve only just recently managed to get my heart’s desires &#8211; and all in under 5 minutes! I built my store by choosing a few products I liked from a catalogue of over three million items, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=26&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I’ve got to say &#8211; having my own online shop has been something I’ve always wanted to do… But I’ve only just recently managed to get my heart’s desires &#8211; and all in under 5 minutes! I built my store by choosing a few products I liked from a catalogue of over three million items, and every time someone buys something from ‘me’, I get a commission! All thanks to a fantastic service called Zlio &#8211; no technical knowledge required, of course, and you don’t even need to handle the products yourself (they’re shipped directly from the merchant to your ‘customer’). <a href="http://www.zlio.com/signup?r=350394" target="_blank">Why don’t you have a go?</a> To be honest, I also have a bit of a vested interest in letting you know &#8211; Zlio gives me 10% of the commissions of any member I refer (without your losing out, of course!)… But, if you then refer people yourself, the same applies to you!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=26&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/06/05/membuat-toko-online-itu-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f324da60d66e8e896834f63e4be1f18b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Mengenal Saham</title>
		<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/mari-mengenal-saham/</link>
		<comments>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/mari-mengenal-saham/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 02:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluang Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[dividen]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangusahamandiri.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada di antara Anda bertanya, apa sih yang dimaksud dengan saham? Bagaimana cara bekerjanya? Mari kita berkenalan dengannya. Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki sebuah usaha? Katakan saja Anda ingin memiliki usaha berupa sebuah toko. Apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat memiliki toko tersebut? Bila Anda punya modal, maka Anda bisa membeli atau menyewa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=15&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ada di antara Anda bertanya, apa sih yang dimaksud dengan saham? Bagaimana cara bekerjanya? Mari kita berkenalan dengannya.<br />
Pernahkah Anda berpikir untuk memiliki sebuah usaha? Katakan saja Anda ingin memiliki usaha berupa sebuah toko. Apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat memiliki toko tersebut?<br />
Bila Anda punya modal, maka Anda bisa membeli atau menyewa sebuah bangunan dan membeli barang-barang yang akan dijual. Bila toko Anda masih baru, tentu ada risiko tertentu, semisal belum dikenalnya toko Anda oleh masyarakat. Artinya, toko Anda belum dikunjungi banyak pembeli.<br />
Kalau begitu, sebagai alternatif, kenapa tidak mencoba membeli toko lain yang sudah lebih dulu berdiri? Anda bisa memilih-milih toko mana yang akan Anda beli, dan tentu saja Anda pasti akan memilih toko yang kelihatannya sudah cukup dikenal dan laris, bukan?<br />
Bila demikian, maka uang yang harus Anda bayarkan ke pemilik lama toko tersebut biasanya adalah senilai harga bangunan (bila bangunan toko itu dimiliki sendiri) dan barang-barang yang dijual didalamnya. Dengan kata lain, Anda telah membeli kepemilikan toko tersebut, di mana yang Anda beli adalah modalnya.</p>
<p><strong>Pecahan-Pecahan Kecil</strong></p>
<p>Perlu diketahui, dalam dunia usaha tidak hanya toko yang bisa memberikan keuntungan. Usaha lain yang tidak berbentuk toko juga banyak yang bisa memberi keuntungan. Usaha tersebut biasanya adalah dalam bentuk badan usaha, atau istilah populernya: perusahaan. Sama dengan toko, kepemilikan perusahaan juga bisa dibeli. Jadi Anda bisa memilih perusahaan mana yang kira-kira selalu menguntungkan pada tahun-tahun lalu, dan Anda bisa membeli kepemilikan (modal) dari perusahaan tersebut.<br />
Berbeda dari toko, pada umumnya modal sebuah perusahaan jauh lebih besar daripada modal dari sebuah toko. Sebagai contoh, modal dari toko yang ingin Anda beli mungkin Rp 30 juta, namun modal dari perusahaan yang hendak Anda beli bisa saja mencapai Rp 300 juta.<br />
Masalahnya, tidak semua orang memiliki uang kontan Rp 300 juta. Mungkin saja orang hanya punya Rp 3 juta sehingga ini berarti ia hanya mendapatkan kepemilikan sebesar satu persen saja dari semua nilai kepemilikan perusahaan tersebut. Tapi bagaimana caranya agar ia dapat membeli kepemilikan yang cuma sebesar satu persen itu?<br />
Oleh hukum, diaturlah suatu cara: kepemilikan perusahaan dibagi ke dalam pecahan-pecahan kecil yang disebut saham. Sebagai contoh, kepemilikan perusahaan senilai Rp 300 juta tadi dibagi ke dalam saham di mana satu saham diberi nilai katakan Rp 1.000. Dengan demikian, bila Anda hanya punya Rp 3 juta, maka Anda hanya bisa membeli 3.000 lembar saham.</p>
<p><strong>Keuntungan Membeli Saham</strong></p>
<p>Keuntungan yang akan Anda dapatkan dengan membeli saham atau kepemilikan dari sebuah perusahaan :<br />
1. Apabila perusahaan mengalami untung (laba), maka biasanya Anda mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut dividen. Ambil contoh, bila dari per lembar saham Anda mendapat dividen Rp 100 per lembar sahamnya, maka dengan 3.000 saham yang Anda miliki, total dividen yang Anda dapatkan adalah Rp 300.000. Tentu saja patokan besarnya dividen berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Tapi prinsipnya kurang lebih sama saja. Makin banyak saham yang Anda miliki, makin besar pula dividen yang Anda dapat bila memang perusahaan untung.<br />
2. Keuntungan kedua, bisa saja nilai saham Anda naik. Kembali kita misalkan Anda membeli saham seharga Rp 1.000. Nah, bila kemudian makin banyak yang ingin membeli saham perusahaan, maka mungkin saja harga saham tersebut meningkat jadi katakan Rp 1.400 per lembar. Dengan demikian, bila Anda menjualnya, ini berarti Anda mendapatkan keuntungan sebesar 40 persen. Keuntungan seperti ini disebut capital gain. Ke mana Anda menjual saham itu? Bukan ke perusahaan yang menerbitkan saham bersangkutan, tapi pada orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.</p>
<p>Tentu saja investasi dalam bentuk saham juga berisiko. Yakni, turunnya harga saham yang Anda miliki. Misalnya saja dari Rp 1.000 turun jadi Rp 600 per lembar saham. Bila Anda menjualnya, maka Anda akan rugi Rp 400 per lembar sahamnya. Kerugian seperti ini biasa disebut capital loss. Ke mana Anda menjualnya? Juga ke orang lain yang memang ingin memiliki saham tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=15&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/mari-mengenal-saham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f324da60d66e8e896834f63e4be1f18b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hobi Yang menghasilkan</title>
		<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/hobi-yang-menghasilkan/</link>
		<comments>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/hobi-yang-menghasilkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 02:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Hobi]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangusahamandiri.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang. Kegilaan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=10&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan jamannya menggantungkan diri gaji dan perusahaan tempat bekerja, sebab masih tingginya risiko PHK yang menyebabkan Anda kehilangan pekerjaan. Jika Anda mempunyai hobi yang digilai, mengapa tidak mencoba mendapatkan penghasilan tambahan dari hobi tersebut. Daripada terus menerus dituding sebagai salah satu biang pemborosan, marilah kita mengusahakan hobi kita agar menjadi mesin uang.</p>
<p>Kegilaan orang akan hobi yang ditekuninya, dapat dengan mudah kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seseorang yang hobi berburu barang-barang antik bisa menghabiskan banyak waktu, tenaga dan bahkan uang sampai ratusan juta rupiah yang bagi orang lain seperti sia-sia. Bandingkan dengan tingkah orang yang yang hobi dengan burung perkutut atau ikan Louhan ?</p>
<p>Mungkin terasa tidak masuk akal bagi orang lain. Hobi boleh dibilang sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan batiniah untuk melepaskan diri dari kejenuhan dan kelelahan karena rutinitas harian dalam mencari nafkah. Karena sifatnya itulah, yang berlaku dalam soal hobi adalah kesenangan yang tak terhingga. Ketika hobi diboyong ke dalam wilayah bisnis, meski perhitungan laba-rugi, kelayakan usaha, peluang dan lain sebagainya juga dijadikan pertimbangan tapi instinglah yang lebih dominan. Ungkapan yang sering terdengar, nggak masalah untung atau buntung yang penting hobi !<br />
<strong><br />
Bekerja Dengan Senang Hati</strong></p>
<p>Tapi itulah sebabnya mengapa kegiatan usaha yang berawal dari hobi seringkali berhasil dengan baik. Dimana salah satu kunci untuk memulai usaha yang sukses adalah bekerja dengan senang hati, seolah kita sedang mengerjakan hobi sampai-sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah. Yang pasti ada kesungguhan baik dalam memulai usaha hingga mengembangkannya dan melakukan sesuatu dengan landasan cinta, bukan keterpaksaan agar kita bekerja untuk hasil yang terbaik dan penuh keikhlasan. Tidak heran jika banyak orang memulai suatu bisnis adalah karena kegemaran atau hobi. Bayangan mendapatkan penghasilan besar dengan melakukan pekerjaan yang disukai memang menjadi keinginan banyak orang. Sebab biasanya orang memang melakukan hal yang terbaik untuk kegiatan yang disukainya, sehingga tidak heran jika hasilnya juga maksimal. Hobi yang dilakukan dengan tujuan awal melepaskan stress, kemudian malah menghasilkan uang tentunya menjadi bonus yang sangat menyenangkan.<br />
<strong>Langkah Awal Mengubah Hobi Menjadi Bisnis</strong></p>
<p>Satu hal yang berat dalam melakukan usaha ialah melakukan langkah pertama. Meski demikian, langkah pertama tetap saja melakukannya. Bukankah hal-hal besar itu berawal dari yang kecil, dan langkah seribu, tidak mungkin terjadi tanpa langkah pertama. Apa saja yang harus dilakukan agar hobi kita bisa menghasilkan uang, berikut ini adalah caranya :</p>
<p><strong>1. Luangkan waktu lebih banyak untuk menekuni hobi Anda</strong>, dan hasilkan hasil karya dengan kualitas yang lebih baik dan kuantitas yang lebih banyak. “ Practise makes perfect “ dengan terus berlatih maka kita akan menghasilkan karya yang semakin baik. Hasil karya yang berkualitas tentunya meningkatkan nilai jualnya, apalagi jika banyak orang yang menekuni hobi yang sama, tentunya produk Anda harus mempunyai nilai lebih dibandingkan produk sejenis. Paling tidak hasil karya Anda mampu bersaing di pasaran. Masalahnya ketika hobi yang biasanya dilakukan diwaktu luang jika akhirnya menjadi rutinitas, maka si pehobi cenderung menjadi malas melakukannya.<br />
Hal ini secara alamiah memang terjadi, namun itulah konsekuensi dari perubahan hobi menjadi bisnis. Supaya Anda tidak tersiksa dalam proses perubahan ini, maka lakukanlah secara perlahan atau bertahap, jangan memaksakan diri untuk meluangkan waktu jauh lebih banyak, tetapi sedikit lebih banyak saja dari waktu ke waktu. Misalnya jika bisanya Anda membuat hasil karya sebulan sekali, maka jangan memaksa diri untuk membuat hasil karya seminggu sekali. Tingkatkan produktifitas menjadi sebulan dua kali, kemudian jika sudah merasa nyaman dengan ritme kerja yang baru, jangan ragu-ragu untuk meningkatkan produktifitas setingkat lebih tinggi lagi.</p>
<p><strong>2. Tambah terus pengetahuan Anda</strong>, bisa melalui kursus-kursus, seminar, atau pelatihan yang berhubungan dengan hobi Anda. Biasanya dalam kursus Anda akan mendapatkan semacam sertifikat yang nantinya bisa menaikkan prestise dan kepercayaan pelanggan, sehinggga meningkat daya jual hasil karya Anda.. Selain melalui kursus ada banyak cara yang lebih murah untuk menambah pengetahuan anda, dengan melalui buku, majalah, internet dan berbagai media informasi lainnya.</p>
<p><strong>3. Belajar langsung dari orang–orang yang sudah ahli</strong> atau sudah sukses menjalankan hobi tersebut. Mendapatkan mentor atau bergaul dengan orang yang mempunyai hobi sama juga bisa menjadi cara yang terbaik bagaimana menghasilkan karya yang terbaik dan kompetitif dari segi kulitas juga harga. Sebab yang terpenting dari sebuah hobi yang jadi bisnis adalah apakah orang mau membeli hasil karya yang Anda hasilkan, dan berapa orang mau membayar untuk itu. Nah, dari mereka yang sudah berhasil di hobi yang jadi bisnis yang Anda minatilah Anda bisa mendapatkan informasi mengenai cara menjalankan bisnis tersebut dengan sukses. Lagipula dengan bergaul dengan mereka, hasil karya dan keterampilan anda selalu diukur kemajuanya oleh orang yang kompeten dibidangnya.<br />
Selain itu berada dalam lingkungan yang memiliki minat yang sama juga akan meningkatkan motivasi Anda dalam berbisnis. Jika ada perkumpulan dalam hobi Anda, usahakan untuk bergabung dan aktif. Beberapa hobi mempunyai perkumpulan untuk mewadahi orang-orang yang menggemari hobi yang sama. Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapat dengan mengikuti perkumpulan, antara lain : mendapatkan perkembangan terbaru serta informasi-informasi mengenai hobi Anda yang mungkin bisa dimanfaatkan dalam mencari peluang, meningkatkan peluang mendapatkan calon pelanggan, memperoleh promosi gratis untuk usaha Anda, memperluas network.</p>
<p><strong>4. Tawarkan hasil karya Anda dari satu toko ke toko lain</strong>, dari satu orang ke orang lain. Tentu saja, anda diharapkan tak mudah patah semangat jika produk yang anda tawarkan di tolak. dan juga, jangan malu. Dari pengalaman diketahui, orang-orang terdekat bisa menjadi konsumen awal. Cara ini, juga bisa membantu mengatasi kesulitan modal keuangan, karena mereka bisa diminta membayar dimuka, sebelum barang dibuat atau diantarkan.  Pada akhirnya semua kembali kepada pilihan kita masing-masing, sebab tidak semua orang beruntung memiliki hobi, atau memiliki hobi yang berpotensi menghasilkan uang. Banyak orang yang tertunda membuka usaha sebab masih bingung menentukan bidang usaha yang diminati. Tetapi bukan berarti jika tidak mempunyai hobi, kemudian tertutup kemungkinan membuka usaha, sebab banyak sumber ide bisnis lainnya yang bisa Anda lakukan.</p>
<p>Kuncinya adalah apapun yang Anda pilih, cintailah ! Dengan melakukan pekerjaan yang dicintai, Anda seperti mempunyai layaknya hobi. Sebaliknya banyak juga orang yang sudah memiliki hobi, namun belum berminat mengubahnya menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Mudah-mudah tulisan kali ini menambah wawasan Anda terhadap peluang dan potensi bisnis dari hobi.</p>
<p style="text-align:right;">Dikutip dari <a href="http://danareksa.com" target="_blank">Danareksa.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=10&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/02/hobi-yang-menghasilkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f324da60d66e8e896834f63e4be1f18b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyusun Kelayakan Usaha</title>
		<link>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/01/menyusun-kelayakan-usaha/</link>
		<comments>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/01/menyusun-kelayakan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 16:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips & Triks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangusahamandiri.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Uang dan modal ternyata bukanlah satu-satunya kunci sukses untuk melakukan kegiatan usaha. Kreativitas, kemampuan menangkap peluang usaha, dan keuletan adalah kunci yang lebih utama. Sebab kreativitas mampu melahirkan berbagai alternatif yang tidak terpikirkan oleh mereka yang tidak kreatif. Kemampuan menangkap peluang usaha dapat menghasilkan uang dan tawaran modal dari pihak lain. Keduanya menjadi lengkap apabila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=3&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Uang dan modal ternyata bukanlah satu-satunya kunci sukses untuk melakukan kegiatan usaha. Kreativitas, kemampuan menangkap peluang usaha, dan keuletan adalah kunci yang lebih utama. Sebab kreativitas mampu melahirkan berbagai alternatif yang tidak terpikirkan oleh mereka yang tidak kreatif.<br />
Kemampuan menangkap peluang usaha dapat menghasilkan uang dan tawaran modal dari pihak lain. Keduanya menjadi lengkap apabila disertai dengan keuletan. Mereka yang ulet biasanya akan tampil sebagai pemenang. Seorang wirausaha yang ulet dan pantang mundur, walaupun hanya memiliki kecakapan dan dana yang relatif terbatas akan dapat mengalahkan orang lain yang memiliki dana dan kecakapan yang lebih baik, tapi tidak ulet.<br />
Banyak contoh membuktikan bahwa hanya pengusaha yang uletlah yang dapat bertahan dalam menghadapi tantangan.<br />
Untuk memulai kegiatan usaha, seseorang perlu melakukan perencanaan dan<br />
perhitungan dengan melakukan evaluasi terhadap kelayakan usaha. Kelayakan usaha mencakup perkiraan laba rugi perusahaan, perkiraan arus kas dan analisanya yang dibuat sebagai alat untuk memutuskan apakah suatu rencana usaha atau investasi usaha akan dilanjutkan atau dihentikan.<br />
Menghitung kelayakan usaha juga penting sebagai pertimbangan pihak<br />
penyandang dana atau Bank untuk menilai layak tidaknya diberikan pinjaman<br />
dana atas usaha yang akan didirikan. Materi dari suatu kelayakan usaha pada<br />
prinsipnya memuat empat aspek, yaitu aspek pemasaran, aspek teknis, aspek<br />
yuridis, dan aspek keuangan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>ASPEK PEMASARAN</strong><br />
Produk yang dihasilkan oleh wirausaha adalah barang atau jasa yang akan dipergunakan atau dibeli oleh masyarakat. Oleh sebab itu sebelum menentukan produk apa yang akan dihasilkan, maka seorang wirausaha harus mengetahui kondisi pasar terhadap barang dan jasa yang ditawarkan dan mengetahui kebutuhan permintaan dan penawaran, kejelasan informasi tentang- persaingan, informasi tentang perkembangan harga, saluran distribusi dan rencana pemasaran dari produk tersebut.<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. Penetapan Kebutuhan Pasar</strong></p>
<p style="text-align:left;">Untuk mengetahui tentang kebutuhan konsumen, diperlukan adanya kegiatan survey atau observasi (pengamatan). Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan semua data dan informasi di lapangan yang berhubungan dengan bidang usaha yang akan dijalankan, sehingga ditemukan hal-hal yang memungkinkan tumbuh berkembangnya kegiatan ekonomi baru.<br />
Berikut adalah contoh pengumpulan data untuk membuka usaha di bidang perdagangan di suatu lingkungan perumahan tertentu, misalnya :<br />
• Jumlah Rumah 800 unit,<br />
• Jumlah KK 800 Orang,<br />
• Rata-rata Pendapatan Rp. 1.000.000/Bulan,<br />
• Jumlah Kendaraan Penghuni 400 KK,<br />
• Jumlah Toko Barang Konsumsi 2 Unit,<br />
• Jumlah Toko Kue 1 Unit<br />
• dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:left;">Hasil pengamatan ini dapat memberikan informasi tentang kemungkinan adanya peluang usaha yang terdapat di pemukiman tersebut, antara lain: bengkel mobil, toko kelontong, agen minyak, gas, minuman, wartel, pengusaha mebel, cuci mobil, las pagar, salon, foto copy dan lain-lain. Bidang usaha perdagangan eceran/ retail (toko) juga dapat dipilih.<br />
Alasannya karena dalam wilayah yang melayani 800 KK tersebut hanya terdapat dua toko. Selanjutnya perlu juga dicari informasi dari instansi atau pihak pengelola perumahan atau kelurahan setempat. Contoh: Jumlah rumah siap huni 850 rumah. Dalam pembangunan 750 rumah. Rencana total rumah 3.500 rumah. Atas dasar data itu, sejak dini sudah dapat diantisipasi kemungkinan pengembangan usahanya dimasa mendatang.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>2. Permintaan dan Penawaran</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kelangsungan suatu kegiatan usaha akan tergantung pada adanya kebutuhan atau permintaan atas barang dan Jasa. Untuk mengetahui berapa besar kebutuhan utama diperlukan pengumpulan data untuk dilakukan  perhitungan-perhitungan guna kegiatan usaha yang akan dilakukan, misal :<br />
• Jumlah KK 500<br />
• Pendapat rata-rata/per-bulan Rp. l00.000<br />
• Prosentase biaya hidup dibandingkan pendapatan adalah 80 % atau Rp. 80.000,-<br />
• sedangkan rata-rata biaya hidup utama (beras dan lauk-pauk) adalah 60 % dari total biaya hidup 0.6 x Rp. 80.000,- = 48.000,-<br />
• Pendapatan yang dibelanjakan dilingkungan sendiri adalah 40 % dari biaya hidup utama atau 0,4 x Rp. 48.000,- = Rp. 19.200,-</p>
<p style="text-align:left;">Data itu menghasilkan kemungkinan belanja di lingkungan sendiri, misalnya 40 % kepada pedagang keliling (lauk pauk) dan sisanya 60 % ke toko kebutuhan hidup sehari-hari atau sebesar 0,6 x Rp. 19.200,- = Rp.11.520, &#8211; karena itu, potensi permintaan kebutuhan hidup utama sehari-hari yang dapat dipenuhi melalui belanja toko adalah Rp. 11.520,-. Disamping itu perlu pula pengamatan atas kedua toko yang ada di kawasan tersebut untuk mengetahui besarnya nilai dagangan kemampuan jual serta karakter pembeli (misalnya barang yang laku dan yang kurang laku). Jika hasilnya menunjukan hanya sebagian kecil potensi permintaan yang dapat digarap, maka masih terdapat peluang membuka usaha baru yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari. Contoh :<br />
• Potensi Permintaan Rp. 57.600.000,-<br />
• Potensi Penawaran Rp. 30.000.000,-<br />
• Berarti terdapat potensi/peluang pasar Rp. 57.600.000 &#8211; Rp. 30.000.000 = 27.600.000,-</p>
<p style="text-align:left;"><strong>3. Analisa Persaingan</strong><br />
Bisnis adalah persaingan. Lebih-lebih usaha / toko yang akan dibuka usaha itu bukan satu-satunya toko yang ada. Oleh karena itu, perlu melakukan pengamatan dan pendataan yang detail terhadap toko-toko dilokasi tersebut. Pengamatan dan pendataan misalnya menunjukkan sebagai berikut:<br />
• Dalam waktu dekat belum ada rencana usaha baru yang serupa.<br />
• Harga jual barang lebih mahal dari harga supermaket, dan prosentase   keuntungan rata- rata 20 %.<br />
• Kedua toko itu tidak punya fasilitas antar barang.<br />
• Pemasok barang mendatangi toko.</p>
<p style="text-align:left;">Kesimpulannya, peluang pasar yang hendak diambil tidak diganggu oleh pesaing baru. Melalui pasokan langsung dari Distributor, diperoleh harga yang lebih murah dan bersaing. Upaya untuk menang bersaing dapat dilakukan pula dengan menerapkan sistem swalayan dan memberikan pelayanan pengiriman barang sampai jarak maksimal 2 km dari toko bebas biaya antar. Melalui strategi ini, akan diperoleh konsumen baru, disamping dapat menarik konsumen dari pesaing.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>4. Perkembangan Harga </strong></p>
<p style="text-align:left;">Satu yang amat penting, dan harus dicermati dalam dunia usaha adalah perkembangan harga jual dari barang yang diproduksi atau diperdagangkan. Keberhasilan seorang pengusaha diukur dari kecepatannya memperoleh informasi tentang perkembangan harga barang, yang dapat berbeda hanya karena perbedaan waktu dan tempat. Mereka yang dapat memanfaatkan informasi tersebut dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari pesaingnya.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>5. Saluran Distribusi </strong></p>
<p style="text-align:left;">Distribusi barang dari produsen ke konsumen adalah suatu mata rantai untuk meluaskan pasar. Dimulai dari yang terdekat dengan produsen, yaitu distributor, agen, sampai pengecer. Makin dekat ke produsen, harga yang diperoleh makin rendah, tetapi dengan jumlah pembelian yang besar. Makin Jauh dari produsen harga yang diperoleh makin mahal. Sebagai upaya memperoleh harga yang lebih murah, perlu menjalin kerja sama yang baik dengan agen dan distributor.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>6. Rencana Pemasaran</strong><br />
Rencana pemasaran menyangkut promosi dan cara mengenalkan produk kepada konsumen. Selain itu rencana pemasaran yang baik juga penting untuk meyakinkan penyandang dana bahwa usaha yang akan dijalankan punya prospek yang menguntungkan, sehingga penyandang dana tertarik untuk menanamkan modalnya pada usaha tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peluangusahamandiri.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peluangusahamandiri.wordpress.com&amp;blog=7576760&amp;post=3&amp;subd=peluangusahamandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangusahamandiri.wordpress.com/2009/05/01/menyusun-kelayakan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f324da60d66e8e896834f63e4be1f18b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arief</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
